Kebaikan itu untuk siapa

3 November 2014 § Tinggalkan komentar

Hai sobat sukses Goldenadi, apakah Anda merasa semangat di hari senin ini? Semoga saja di awal bulan dan hari senin ini Anda tetap merasa semangat dalam melakukan semua kegiatan rutin Anda.

Kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana perbuatan seorang kakek dapat mengakibatkan hal buruk terhadap cucunya.

Cerita ini berasal dari negeri china, dimana cerita ini berlangsung pada tahun 2000an, saat itu ada anak kecil perempuan yang datang bersama orang tuanya ke klinik akupuntur. Disana orang tua itu menjelaskan pada tabib di sana bahwa Ia ingin mengobati anak perempuannya yang sedang mengalami stroke.

Sang tabib memiliki pertanyaan di dalam benaknya namun dia simpan saja terlebih dahulu. Lalu tabib itu melakukan pengobatan dengan melakukan akupuntur dan menusukkan beberapa jarum akupuntur pada bagian kepala sang anak perempuan. Setelah beberapa menit pengobatan pun selesai dan anak perempuan itu disuruh untuk istirahat di tempat tidur selama beberapa menit.

Sambil menunggu, tabib itu pun mengobrol dengan sang orang tua anak perempuan tersebut. Tabib itu menjelaskan bahwa anak perempuan mereka mengalami penyumbatan aliran darah yang menyebabkan anak mereka menjadi stroke dan lumpuh hingga tidak dapat berjalan menggerakkan badan.

Lalu pertanyaan yang ada di benak sang tabib pun dia utarakan kepada orang tua sang pasien
“Saya sangat ingin mengetahui apa penyebab kenapa anak umur 12 tahun dapat mengalami stroke dan apakah anak bapak pernah terjatuh atau mengalami kecelakan?”

Orang tua tersebut menjelaskan bahwa ini anak mereka tidak pernah terjatuh maupun mengalami kecelakaan.

Setelah beberapa lama berbincang maka tabib itu pun mengambil kesimpulan bahwasanya penyakit sang pasien tidak disebabkan oleh kegiatan fisik.

Lalu apakah penyebabnya???

Ternyata setelah mengobrol dengan orang tua sang pasien yaitu ayahnya ternyata memiliki orang tua yang duku berprofesi sebagai bankir. Dan kakek sang pasien itu telah dikenal sebagai bankir yang telah menyebabkan banyak orang kehilangan uang dan tanah.

Kakek sangat sayang terhadap cucunya ini, namun perbuatan sang kakeklah yang akhirnya membuat sang cucu menderita.

Kesimpulan yang saya dapat ambil dari cerita di atas adalah perbuatan kita saat ini adalah menjadi salah satu faktor yang dapat berpengaruh terhadap kehidupan keturunan kita. Oleh karena itu selalu berbuat kebaikan merupakan kunci dari masa depan yang cerah untuk anak cucu kita nanti.

Coba kita pikirkan lagi disaat kita tua nanti dan sudah memiliki anak cucu lalu anak cucu kita menderita karena perbuatan yang kita buat saat muda. Dimana seharusnya kita dapat menikmati sisa hidup kita dengan tenang dan melihat anak cucu kita tumbuh d berkembang dengab bahagia.

Apa yang harus kita lakukan sekarang adalah:
Selalu berbuat baik kepada orang tua, keluarga, sahabat, teman kerja dan juga masyarakat dimana pun Anda berada. Gunakan selalu kebaikan Anda tanpa pamrih dan lakukan dengan perasaan senang.

Salam SUKSES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kebaikan itu untuk siapa at SUKSES.

meta

%d blogger menyukai ini: