Bisnis Kost-Kostan

4 Januari 2014 § Tinggalkan komentar

bisnis kos-kosan

Memotret usaha rumah kos di sekitar kampus

Bisnis kos-kosan akan mengiringi usia sebuah universitas. Bagaimana tidak. Bisnis ini adalah bisnis yang hidup sepanjang masa selama universitas tersebut masih tegak berdiri. Dus, universitas bukan hanya menciptakan sekumpulan intelektual baru, tetapi juga memunculkan gairah bisnis kos-kosan. Maklumlah, mahasiswa yang datang dari berbagai daerah memiliki banyak kebutuhan yang mendorong lahirnya pelbagai usaha baru disekitar kampus.

Bisnis pondokan di sekitar kampus terbilang bisnis klasik yang sudah ada sejak kampus ada. Masyarakat sekitar kampus, yang punya ruang kosong di rumahnya, biasanya menyewakannya pada mahasiswa untuk menkmati penghasilan tambahan. Namun, belakangan, kian banyak orang yang serius menekuni bisnis ini. Mereka tak sekadar menyewakan satu dua kamar yang kosong, atau membangun pavilion di halaman samping rumah. Lebih dari itu, orang secara khusus membangun kos-kosan di area yang terpisah dari rumah pemiliknya.

Bisnis kos-kosan memang cukup menjanjikan. Ini juga bukan bisnis jangka pendek. Si pemilik kos bisa menikmati keuntungan ganda. Selain penghasilan yang terus mengalir setiap bulan dari uang sewa kamar, juragan kos-kosan juga akan menikmati keuntungan dari terus naiknya nilai tanah. Pengelolaan bisnis ini juga tidak rumit. Bila tak mau repot-repot mengurusi anak-anak kos, pekerjakan saja orang lain untuk melakukan pengelolaan sehari-hari. Anda tinggal melakukan control dan mengecek secara berkala.

Anda tertarik menjadi juragan kos-kosan? Keuntungannya bukan hanya awet muda saja lantaran anda bergaul dengan anak-anak muda. Tetapi, juga fulus yang terus mengalir ke dompet anda. Coba perhatikan langkah-langkah yang mesti anda ambil :

  • Kunci untuk mengawali bisnis kos-kosan

Ada banyak kunci yang harus anda kantongi untuk membikin bisnis ini moncer. Kunci sukses utama bisnis ini adalah modal yang memadai dan lokasi yang pas. Untuk membidik pasar mahasiswa, lokasi yang paling pas tentu saja di sekitar kampus. Hanya perlu dicatat, lokasi tersebut tak sekadar dekat dengan tempat kuliah, tapi juga memiliki akses yang baik ke daerah lain. Misalnya, tempat peribadatan, stasiun atau terminal, bahkan pusat perbelanjaan. Soalnya, aktivitas mahasiswa tidak sebatas pondokan dan kampusnya. Selain itu, dalam menentukan lokasi, pastikanlah lokasi tersebut memang masih membutuhkan pasokan baru. Jangan sampai masuk ke daerah yang pemainnya sudah padat dan pasarnya jenuh. Bisa-bisa kos-kosan anda sepi mahasiswa.

  • Penghitungan membangun kos-kosan

Setelah mendapatkan lokasi yang oke dan mengurus perizinan, pembangunan kos-kosan bisa dimulai. Ini memang membutuhkan biaya yang cukup besar. Namun, ada banyak cara untuk menghemat biaya. Diantaranya, menghemat biaya sekat antar-ruang. Kalau kamar rumah biasanya dipisahkan oleh tembok kamar kos-kosan cukup menggunakan partisi dari tripleks atau asbes. Tembok bangunan juga tidak perlu dari batu bata, cukup dari beton ringan (beton aerosi) yang lebih murah. Dengan cara ini pembangunannya hanya sekitar RP 450.000/m², bandingkan bila membangun rumah dengan dinding beton yang perlu dana sekitar RP 1,5 juta/m².

  • Menyediakan fasilitas untuk mahasiswa

Selain urusan membangun pondokan, juragan kos-kosan juga harus menyediakan isi atau fasilitas sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Umumnya kos-kosan sudah menyediakan perabotan standar seperti ranjang, lemari pakaian, dan meja tulis. Untuk kos-kosan yang membidik pasar atas­­anak-anak orang kaya—bisa melengkapi kamar dengan alat pendingin ruang, kamar mandi, plus telepon sendiri. Tarifnya tentu saja jauh di atas kamar standar.

  • Menghitung balik modal

Satu hal yang tak  boleh dilupakan, jangan berharap uang anda bisa kembali cepat. Paling tidak perlu 4-6 tahun untuk membuat modal anda kembali. Setelah balik modal, selanjutnya anda tinggal mengutip keuntungan plus nilai tanah anda terus meningkat. Tapi, waktu balik modal ini bisa lebih lama lagi bila pondokan anda kurang laku.

  • Pemasaran yang jitu

Untuk mendongkrak tingkat hunian, perlu kiat pemasaran yang jitu. Pengusaha kos-kosan tak cukup lagi hanya memasang plang “menerima kos’ di depan pondokannya. Anda harus aktif menjaring pasar. Caranya, bisa dengan menyebarkan selebaran penawaran atau brosur ke kampus-kampus atau ke warung-warung yang ramai ditongkrongi mahasiswa. Bila  perlu member iming-iming pada mahasiswa. Contohnya, gratis sewa satu bulan untuk penyewa yang membayar sewa tiga bulan sekaligus. Cara lain, memberikan kelonggaran dalam waktu pembayaran dan mempertahankan harga lama bagi penghuni lama.

  • Mana saja kos-kosan di Jakarta yang bisa jadi rujukan?

Ada banyak kos-kosan di sekitar berbagai kampus di Jakarta. Selain kos-kosan berupa rumah biasa, juga terdapat kos-kosan berupa gedung tiga atau empat lantai; seperti yang banyak terdapat di kawasan Rawa Belong, di dekat kampus Bina Nusantara. Kamas kos di gedung bertingkat ini jumlahnya bisa mencapai 50-80 kamar. Bila semua kamar terisi, dengan ongkos sewa satu kamar Rp 350.000 per bulan, si pemilik kos bisa mengantongi omzet RP 17,5 juta-Rp 28 juta sebulan.

Simulasi bisnis kos-kosan

Modal awal

Pembangunan 5 kamar ukuran 3 x 4 m²

@ Rp 450.000/m² (per kamar @ Rp 5.400.000)

Rp 27.000.000

Belanja perkakas kamar @ Rp 1.000.000

Rp 5.000.000

Total modal awal

Rp 32.000.000

Pengeluaran sebulan

 
Listrik dan air

Rp 1.000.000

Total pengeluaran sebulan

Rp 1.000.000

Pemasukan sebulan

 
Sewa kamar @ Rp 350.000 per bulan

Rp 1.750.000

Keuntungan

Rp 1.750.000 – Rp 1.000.000 = Rp 750.000

Balik modal :

Rp 32.000.000 : Rp 750.000 = 42 bulan = 3,5 tahun

 

 

 

Lihat Juga Artikel Bisnis Cutting Sticker

goldenadi

 

Tagged: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Bisnis Kost-Kostan at SUKSES.

meta

%d blogger menyukai ini: